Jenis bakteri berdasarkan Jumlah dan Letak Flagela serta Cara Hidupnya

Diposting pada
Jenis bakteri berdasarkan Jumlah dan Letak Flagela serta Cara Hidupnya
1 (20%) 1 vote

Eubacteria memiliki macam-macam jenis dan contohnya, baik itu yang merugikan atau menguntungkan. Bakteri dikelompokkan dalam beberapa macam yaitu berdasarkan karekteristik dinding sel, jumlah dan letak flagela, serta cara hidupnya antara lain sebagai berikut…

  1. Berdasarkan Jumlah dan Letak Flagela

Setiap sel bakteri memiliki jumlah flagela yang berbeda. Berdasarkan jumlah dan letak flagella, bakteri dibedakan menjadi 4 yaitu :

  1. Bakteri monotrik

Yaitu bakteri yang mempunyai satu flagela pada salah satu ujung sel nya.

  1. Bakteri amfitrik

Yaitu bakteri yang pada kedua ujung sel nya masing-masing mempunyai satu flagella.

  1. Bakteri lofotrik

Yaitu bakteri yang pada salah satu ujung selnya memiliki beberapa flagela

  1. Bakteri peritrik

Yaitu bakteri yang memiliki flagela diseluruh permukaan tubuhnya.

Gambar macam-macam bentuk flagela
Gambar macam-macam bentuk flagela
  1. Berdasarkan Cara Hidup

Berdasarkan cara hidupnya, bakteri dapat dibedakan menjadi :

  1. Bakteri Heterotrof

Pada umumnya bakteri ini tidak berklorofil. Kehidupan bakteri ini sangat tergantung pada bahan organik yang ada disekitarnya, karena bakteri tersebut tidak dapat mengubah bahan anorganik. Bakteri heterotrof dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Bakteri parasit

Bakteri parasit mendapatkan zat makanan dari organisme lain yang ditumpanginya (inang). Contohnya famili Spirochaetaceae (parasit dalam usus moluska bercangkang dua).

  1. Bakteri saprofit

Bakteri saprofit adalah bakteri yang kebutuhan makanan nya diperoleh dari sisa-sisa organisme yang telah mati. Bakteri jenis ini dapat merombak bahan organik menjadi bahan anorganik. Perombakan bahan organik menjadi bahan anorganik terjadi melalui fermentasi atau respirasi.

  • Bakteri patogen

bakteri patogen adalah bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada hospes inang yang dihinggapi. Contohnya :

  • Parasi pada manusia, Salmonella typhosa dan Typhi menyebabkan penyakit tifus.
  • Parasit pada tumbuha, Pseudomonas cattleyae penyebab penyakit pada anggrek.
  • Parasit pada hewan (ternak), Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks pada ternak.
  1. Bakteri apatogen
Baca Juga  Mengenal Struktur serta Reproduksi pada Zooflagellata

Bakteri apatogen adalah bakteri yang tidak menimbulkan penyakit pada inangnya, contohnya : Escherichia dan Streptomycesgriseus. Namun meskipun E coli merupakan bagian flora normal dari usus halus, bakteri ini telah lama dicurigai sebagai penyebab diare pada manusia dan hewan.

  1. Bakteri Autotrof

Semua jenis bakteri autotrof mampu membuat makanan sendiri dengan cara mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik. Pengubahan dapat terjadi melalui dua cara yaitu sebagai berikut :

  1. Fotoautotrof

Pada kelompok fotoautotrof, cahaya digunakan sebagai energi untuk membantu menyusun bahan organik dari bahan anorganik. Golongan bakteri fotoautotrof atau bakteri fotosintetik terdiri atas bakteri hijau dan bakteri ungu.

  1. Kemoautotrof

Pada kelompok kemoautotrof, bahan kimia digunakan sebagai energi untuk membantu proses penyusunan bahan organik dari bahan anorganik.

Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga : Jenis-Jenis Bakteri Berdasarkan Karakteristik Dinding Selnya

http://dosenbiologi.co.id/jenis-jenis-bakt…k-dinding-selnya/ ‎