Mengenal Sistem Saraf Tepi (SST) lebih Lengkap

Sistem saraf tepi (sistem saraf perifera) terdiri atas jaringan saraf yang berada di luar otak dan di luar medula spinalis. Sistem ini meliputi saraf kranial yang berasal dari otak dan saraf spinal yang berasal dari medula spinalis. Pada sistem saraf tepi terdapat ganglion yaitu struktur lonjong yang mengandung badan sel neuron dan sel glia yang ditunjang oleh jaringan ikat.

  1. Saraf Kranial

Saraf kranial terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar tersusun dari serabut sensori dan motor, tetapi beberapa saraf hanya tersusun dari serabut sensori.

Saraf kranial
Saraf kranial
  1. Saraf Spinal

Setiap saraf spinal terdiri dari satu radiks dorsal (posterior) dan ventral (anterior). Setiap radiks yang memasuki atau meninggalkan korda membentuk 7-10 cabang radiks (rootlet). Radiks dorsal terdiri atas kelompok serabut sensori yang memasuki korda, sedangkan radiks ventral terdiri atas kelompok serabut motor dari korda. Bagian yang membesar pada radiks dorsal disebut ganglion radiks dorsal yang mengandung neuron sensor.

Sistem saraf tepi meliputi serat-serat saraf yang membawa informasi antara sistem saraf pusat dan bagian tubuh lainnya (perifer). Berdasarkan arah impuls yang dibawanya, SST dibagi menjadi divisi aferen dan eferen. Divisi aferen (a = menuju/ke, feren = membawa), membawa informasi dari reseptor yang terletak pada bagian eksternal tubuh atau reseptor somatik (misalnya, kulit merasakan dingin) maupun bagian internal tubuh atau viseral (misalnya, lambung merasakan lapar) menuju ke SSP. Divisi eferen (e = dari, feren = membawa) membawa intruksi dari SSP ke organ efektor otot atau kelenjar yang melaksanakan perintah agar dihasilkan efek yang sesuai.

Sistem saraf eferen dibagi menjadi sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom. Sistem saraf somatik terdiri atas serat-serat neuron motor yang terdapat pada otot rangka. Sementara itu, sistem saraf otonom terdiri atas serat-serat yang terdapat pada otot polos, otot jantung dan kelenjar. Sistem saraf otonom dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya yaitu sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.

  1. Sistem saraf simpatik

Sistem saraf simpatik berasal dari segmen toraks dan lumbar medula spinalis. Sebagian besar serat praganglion sangat pendek, memiliki sinapsis dan memiliki badan sel neuron pascaganglion yang berada di dalam ganglion pada rantai ganglion simpatis di sepanjang kedua sisi medula spinalis. Serat pascaganglion panjang, berasal dari rantai ganglion dan berakhir di organ efektor. Serat praganglion mengeluarkan neurotransmiter, asetilkolin, sedangkan serat pascaganglion mengeluarkan noradrenalin (norepinefrin) sehingga disebut serat adrenergik. Baik asetilkolin maupun norepinefrin, berfungsi sebagai pembawa pesan kimiawi.

Sistem simpatik mendorong respons-respons yang mempersiapkan tubuh untuk beraktivitas fisik berat dalam situasi darurat atau stres, yang disebut respons lawan (respon lari). Oleh karena itu, tubuh membutuhkan hal-hal yang mendukung situasi tersebut, misalnya jantung berdenyut lebih cepat dan kuat, tekanan darah meningkat, saluran napas membuka lebar, glikogen dan simpanan lemak diuraikan untuk menghasilkan energi dan keringat meningkat.

Saraf simpatik dan parasimpatik
Saraf simpatik dan parasimpatik
  1. Sistem saraf parasimpatik

Sistem saraf parasimpatik berasal dari area kranial (otak) dan sakrum (dibagian bawah medula spinalis). Serat praganglion parasimpatis lebih panjang daripada serat praganglion simpatis, karena tidak mencapai ganglion terminal di dalam atau di dekat organ efektor. Serat pascaganglion sangat pendek dan berakhir di sel-sel organ. Serat praganglion maupun pascaganglion pada sistem parasimpatis mengeluarkan neurontransmiter yang sama, yaitu asetilkolin sehingga disebut serat kolinergik.

Sistem parasimpatik bekerja pada keadaan tenang (santai) dan mendorong fungsi tubuh untuk istirahat dan mencerna, sehingga akan memperlambat aktivitas yang di tingkatkan oleh sistem saraf simpatis, misalnya denyut jantung lambat atau normal. Jadi fungsi sistem parasimpatis berlawanan dengan sistem simpatis.

Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga : Bagian-Bagian Otak Terlengkap

https://sel.co.id/bagian-bagian-otak-terlengkap/ ‎

Mengenal Sistem Saraf Tepi (SST) lebih Lengkap
5 (100%) 2 votes