Protozoa dan Klasifikasi Protozoa serta Penjelasannya

Diposting pada
Protozoa dan Klasifikasi Protozoa serta Penjelasannya
Rate this post

  1. Protozoa (protista mirip hewan)

Anatomi Protozoa
Anatomi Protozoa

Apabila setetes air kolam diamati melalui mikroskop, dapat di lihat banyak organisme renik atau mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut kebanyakan merupakan anggota protozoa. Protozoa adalah protista yang menyerupai hewan.

Ukuran protozoa bervariasi, mulai kurang dari 10 mikron sampai 6 mm. Protozoa adalah penyusun zooplankton. Makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organic dari organisme mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni. Jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan, protozoa membungkus diri membentuk sista untuk mempertahankan diri. Jika mendapat lingkungan yang sesuai, protozoa akan aktif lagi. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan hidup bebas. Protozoa dapat ditemukan disemua lingkungan perairan serta tanah.

Protozoa tersusun atas sel tunggal (uniseluler) serta mempunyai organisasi sel yang sederhana. Semua kegiatan di lakukan oleh sel itu sendiri. Organel-organel untuk melakukan kegiatan hidup anatara lain membrane plasma, sitoplasma dan mitokondria. Beberapa jenis protozoa memiliki inti lebih dari satu. Alat gerak protozoa berupa bulu cambuk (flagella), bulu getar(silia), atau kaki semu (pseudopodium).

Kebanyakan protozoa bereproduksi secara aseksual dengan membelah diri. Akan tetapi, ada pula jenis protozoa yang bereproduksi secara seksual dengan konjugasi. Konjugasi adalah bergabungnya materi dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya.

2. Klasifikasi protozoa

Diperkirakan ada 15.000-20.000 jenis protozoa, termasuk fosil yang berasal dari zaman Kambria (600 juta tahun yang lalu). Berdasarkan alat geraknya, protozoa dapat dibagi menjadi 5 kelompok yaitu sebagai berikut :

  1. Rhizopoda : alat gerak berupa kaki semu atau pseudopodium
  2. Flagellate : alat gerak berupa bulu cambuk atau flagella
  3. Ciliata : alat gerak berupa rambut getar atau silia
  4. Sporozoa atau Apicomplexa : tidak memiliki alat gerak
  5. Suctoria : memiliki bulu getar hanya pada tahap awal hidupnya sehingga sering dikelompokkan dalam kelas ciliata. Pada saat dewasa, suctoria bersifat sesil (melekat pada suatu tempat ). Contoh nya, Podophyra dan Sphenophyra hidup sebagai parasit pada Paramecium dan
Baca Juga  Jenis bakteri berdasarkan Jumlah dan Letak Flagela serta Cara Hidupnya

Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Lebih Dalam Mikroorganisme serta Penjelasannya

http://dosenbiologi.co.id/mengenal-lebih-d…m-mikroorganisme/ ‎