Penjelasan Mekanisme Pernapasan Terlengkap

Diposting pada
Penjelasan Mekanisme Pernapasan Terlengkap
Rate this post

Proses pernapasan merupakan proses yang kompleks dan bergantung pada perubahan volume rongga dada (toraks) dan perubahan tekanan. Tekanan yang berperan dalam proses pernapasan yaitu tekanan atmosfer (udara luar), tekanan intrapulmonari (intraalveolus) dan tekanan intrapleura. Hubungan antara tekanan dan volume gas dinyatakan dalam hukum Boyle¸ yaitu volume gas bervariasi berbanding terbalik dengan tekanan pada suhu konstan.

Mekanisme pernapasan dilakukan oleh kerja otot utama (otot interkostalis luar dan otot diafragma) dan otot-otot tambahan atau otot aksesori (otot interkostak dalam, otot sternokleidomastoideus, otot skalenus, otot pektoralis major, dan otot serratus anterior).

Mekanisme pernapasan yang dilakukan oleh otot interkostal (otot antar tulang rusuk) disebut pernapasan dada, sedangkan mekanisme pernapasan yang dilakukan oleh otot diafragma disebut pernapasan perut. Otot-otot tambahan memegang peranan dalam peranan aktif (pernapasan dalam) dan peningkatan kecepatan pernapasan.

Dalam satu siklus pernapasan terjadi satu kali menghirup udara (inspirasi) dan satu kali proses menghembuskan udara (ekspirasi).

Mekanisme inspirasi dan ekspirasi
Mekanisme inspirasi dan ekspirasi
  1. Inspirasi

Merupakan proses aktif yang dilakukan oleh kerja otot (memerlukan kontraksi otot).

  1. Otot interkostal eksternal berkontraksi, tulang rusuk terangkat ke atas dan ke depan, volume rongga dada membesar, paru-paru yang bersifat elastis mengembang, tekanan udara paru-paru mengecil, maka udara dari luar masuk ke dalam paru-paru. Mekanisme ini mampu memasukkan udara pernapasan ke dalam paru-paru sekitar 25% pada pernapasan normal.
  2. Otot diafragma berkontraksi, sehingga diafragma yang semula melengkung berubah menjadi datar, volume rongga dada membesar, paru-paru mengembang, tekanan udara paru-paru mengecil, maka udara dari luar ke dalam paru-paru. Mekanisme ini mampu memasukkan udara pernapasan ke dalam paru-paru sekitar 75% pada pernapasan normal.
  3. Pada inspirasi kuat, kontraksi otot-otot tambahan yang terletak dileher, mampu mengangkat sternum dan dua tulang rusuk pertama sehingga memperbesar volume rongga dada.
Baca Juga  10 Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia

 

  1. Ekspirasi

Merupakan proses pasif yang tidak memerlukan kontraksi otot.

  1. Otot interkostal luar relaksasi, tulang rusuk turun kembali, volume rongga dada menyempit, paru-paru menjadi besar, maka udara keluar dari paru-paru.
  2. Otot diafragma relaksasi, sehingga diafragma yang mendatar berubah menjadi melengkung kembali, volume rongga dada menyempit, paru-paru menjadi besar, maka udara keluar dari paru-paru.
  3. Pada ekspirasi kuat, kontraksi otot interkostal dalam membantu menarik tulang rusuk ke bawah dan kontraksi otot dinding abdomen (perut) menyebabkan diafragma terdorong ke atas, ke dalam rongga dada, sehingga rongga dada semakin menyempit.

Terimakasih, semoga artikel ini bermanfaat

Baca juga : Alat Pernapasan pada Manusia Lengkap

http://dosenbiologi.co.id/alat-pernapasan-…-manusia-lengkap/ ‎